Kesehatan

Fakta Tentang Hobi Ngemil di Malam Hari

Kadang rasa lapar muncul tak tertahankan dan membuat kita ngemil di malam hari. Tapi ada banyaknya peringatan yang mengatakan bahwa: ngemil saat larut malam adalah cara tercepat menambah berat badan, insomnia dan kebiasaan makan yang buruk.

Apakah hal ini benar buruk untuk tubuh kita? Atau justru membawa manfaat?

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity tahun 2013 menemukan bahwa para relawan eksperimen laboratorium selama dua minggu mengalami rasa lapar yang amat sangat di malam hari, tak peduli kapanpun mereka bangun, berapa banyak mereka makan saat siang dan kapan terakhir mereka makan.

Yang lebih menarik lagi, ngidamnya para relawan saat malam hari ini rata-rata menginginkan junk food yang berlemak, manis, asin dan bertepung. Bukan buah, sayur, atau biji-bijian.

“Banyak alasan kompleks mengapa orang ngemil di malam hari,” kata Suzanne Jezek-Arriaga, seperti yang dikutip dari Huffington Post, Selasa (27/2/2018). Ia adalah seorang ahli gizi dan pelatih kesehatan holistik serta penulis buku kesehatan tersohor di Amerika berjudul “Nourish to Flourish”.

“Kadang hal itu bisa disebabkan karena bosan, atau tubuhmu tidak mendapatkan cukup nutrisi. Jika selama satu hari kamu makan terlalu banyak makanan manis, junk food atau karbohidrat, dan tidak makan cukup lemak dan protein, di badanmu ada tumpukan insulin yang akan menyebabkan ngidam.”

Selain insulin, hormon kortisol juga bisa jadi penyebab keinginan untuk ngemil di malam hari, menurut Jezek-Arriaga. Hormon kortisol adalah hormon yang mengontrol pelepasan gula darah dari liver.

“Jika kamu stres, level kortisolmu bisa bertambah naik, yang akan membuatmu semakin lapar dan membuat gula darah serta insulin juga ikut naik,” imbuhnya. “Umumnya, level hormon kortisol akan turun pada malam hari, tapi jika kamu begadang bisa membuatnya naik kembali.”

Baca Juga  Mengenal Bawang Hitam dan Khasiat bagi Kesehatan

Hobi ngemil di malam hari juga biasa dirasakan oleh para pelaku diet yang mengurangi makan di siang hari, padahal itu justru mengurangi asupan energi dan menimbulkan rasa lapar yang dapat mengganggu tidur di malam hari.

Cara Walsh, seorang ahli diet dari Medifast Weight Control Centers of California menyebutkan bahwa ngemil di malam hari dapat menyebabkan tidak hanya kegemukan, tetapi berbagai macam masalah kesehatan.

“Menurut sebuah penelitian di Denmark, ngemil larut malam dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk asam lambung dan -dalam skenario terburuk- kanker esofagus,” kata Walsh.

Jadi bagaimana kita dapat berhenti ngemil di malam hari? Tehzeeb Lalani, pemilik Scale Beyond Size, sebuah pusat konseling gizi di Mumbai menyebutkan bahwa kita harus mengatur kembali gaya hidup dan makan lebih teratur.

“Kita sering mendengar jangan makan setelah pukul 6 atau 7 malam, tapi kita tidak tahu bagaimana menyesuaikannya dengan pola hidup,” kata Lalani. Ia menyebutkan bahwa makan malam pukul 6 adalah hal normal bagi mereka yang biasa langsung tidur pukul 10 malam.

“Tapi kalau kamu biasanya bangun sampai jam 1 pagi, makan malam pukul 6 adalah jebakan serius. Saat larut malam, kamu akan merasa sangat lapar sehingga kamu harus merampok isi kulkasmu untuk mengisi kekurangan kalori yang kamu buat.”

Lalani menyarankan bagi mereka yang sering begadang, lebih baik makan malam dua jam sebelum tidur agar tubuh dapat mencerna secara sempurna.

Tetapi, jika kamu memang tidak bisa tidur sebelum ngemil terlebih dahulu, kebanyakan para ahli gizi dan diet merekomendasikan makan antara 150-200 kalori yang tinggi protein, dan temukan cara untuk mengurangi kalori tersebut keesokan harinya, misal mengurangi cemilan setelah makan siang.

Baca Juga  Tips Mengobati Penyakit Kolesterol Secara Alami

Jezek-Arriaga juga menyarankan makanan berikut agar malam harimu bebas ngemil dan tidurmu nyenyak: pisang untuk sumber vitamin B6, magnesium dan asam amino L-triptofan atau yang mengandung cherry yang kaya melatonin (hormon tidur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.