Kesehatan

Panduan Simpel Jadi Vegan yang Sehat

Vegan adalah vegetarian murni yang hanya mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur dan buah. Kelompok ini sama sekali tidak mengonsumsi makanan hewani seperti daging ternak, daging unggas, ikan, susu, telur dan produk olahannya. Diet ini sudah banyak diterapkan oleh orang-orang di dunia dan memiliki sejumlah manfaat yang luar biasa untuk tubuh dan juga alam.

Namun, karena tidak mengonsumsi makanan dari hewani, banyak juga yang merasa takut menjalani vegan atau vegetarian karena risiko mengalami kekurangan nutrisi. Padahal, dengan menjalankan diet yang tetap, risiko ini dapat terhindari kok.

Dr Susianto Tseng, Presiden Vegan Society of Indonesia (VSI) dan Pendiri World Vegan Organization (WVO), menjelaskan panduan dasar pola makan vegan untuk tetap bisa menjalani hidup sehat. Ini dia caranya.

Pilih biji-bijian atau umbi-umbian alami. Makanan alami menurut Dr Susianto adalah makanan yang padat gizi dan mengandung lebih banyak serat daripada makanan olahan. Karena itu, mengonsumsi biju-bijian dan umbi-umbian alami dibandingkan yang sudah diolah adalah salah satu cara menjadi vegan yang benar.

“Makanan alami juga adalah sumber fitokimia yang lebih baik, yakni komponen-komponen non-nutrien dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai banyak sifat-sifat yang menguntungkan seperti melindungi tubuh terhadap penyakit kanker (seperti yang disebabkan oleh radikal bebas), jantung dan stroke, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” tuturnya.

Siapa bilang menjadi vegan bisa menyebabkan tubuh kurang protein? Jansen Ongko, M.Sc, R.D, seorang ahli gizi mengatakan hal ini dapat disiasati dengan tidak hanya mengonsumsi satu sumber protein nabati saja, namun dari beberapa sumber protein nabati yang sekaligus.

Di samping itu, Dr Susianto juga memberikan perbedaan mengenai protein yang dihasilkan oleh nabati dibandingkan dengan hewani.

Baca Juga  Mengenal Bawang Hitam dan Khasiat bagi Kesehatan

“Protein hewani yang rendah lemak sekalipun tidak memiliki keuntungan sebanyak protein nabati. Makanan nabati alami yang tinggi protein kaya akan serat dan senyawa fitokimia. Legum (kelompok kacang-kacangan) yang tinggi protein kaya akan serat dan dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung, diabetes dan kanker,” katanya.

Ia pun menjelaskan mengenai penelitian di Loma Linda University telah membuktikan keuntungan konsumsi kacang-kacangan. Makanan seperti tahu, tempe, susu kedelai kaya akan protein berkualitas tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Sebagai tambahan makanan kedelai mengandung isoflavon, yakni senyawa unik yang dapat menurunkan risiko kanker dan meningkatkan kesehatan tulang.

“Kebanyakan makanan kedelai juga kaya akan kalsium sehingga dapat membentuk kerangka tulang yang sehat,” tambahnya.

Sayuran dan buah kaya akan fitokimia dan vitamin yang mempunyai aktivitas antioksidan. Selain itu, nutrisi lainnya seperti mineral dan enzim juga terkandung di dalamnya.

“Pada waktu yang bersamaan sayur dan buah juga teman terbaik para pediet karena kandungan kalorinya rendah. Diet tinggi antioksidan juga mengurangi risiko penyakit kanker, jantung, diabetes, rheumatoid arthritis, premature aging (penuaan dini) dan masalah penglihatan yang berhubungan dengan usia (age-related vision),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *